Konsep Sistem Pendukung Keputusan

Definisi menurut Eniyati (2011:172), sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun yang tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.

Jika dilihat dari pengertian metersebut maka, SPK dapat dikatakan sebuah sistem yang digunakan oleh pengguna untuk mendukung keputusan yang akan diambil dengan memanfaatkan data dan model serta diolah secara sistematis yang berbasis komputer untuk menyelesaikan permasalahan yang bersifat tidak terstruktur.

Sebelum kita masuk kepaermasalahan teknis, maka terlebih dahulu kita wajib mengetahui mengenai permsalahan terstruktur atau tidak terstruktur :

A. Permasalahan Terstruktur

Masalah Terstruktur adalah masalah yang dapat di ketahui penyelesaiannya dengan jelas dan pada umumnya terjadi berulang-ulang dan mempunyai fase terstruktur. Masalah terstruktur mempunyai 3 tahapan yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.
sifat-sifatnya:

  • Berulang-ulang
  • Rutin
  • Mudah di pahami
  • Memiliki pemecahan yang standar berdasarkan analisa kuantitatif
  • Di buat menurut kebiasaan, aturan, prosedur tertulis maupun tidak
  • Sering di otomatisasi
  • Prosedur untuk mengetahui solusi terbaik di ketahui
  • Tujuan dengan jelas terdefinisi
  • Sistem pendukung manajemen dapat sangat berguna

B. Masalah Tidak Terstruktur

Masalah Tidak Terstruktur adalah masalah yang tidak jelas solusinya, jarang terjadi, proses penanganannya lebih rumit dan tidak mempunyai fase terstruktur. Misalnya masalah yang tidak berulang atau masalah yang tidak dapat di prediksi.
sifat-sifatnya:

  • Tidak berulang dan jarang terjadi
  • Tidak ada model untuk memecahkan masalah ini
  • Butuh intuisi
  • Problem yang masih kabur dan cukup komplek
  • Tidak ada solusi yang langsung bisa di pakai
  • Mengenai masalah khusus, khas, dan tidak biasa
  • Kebijakan yang ada belum menjawab.

Contoh :

Sebuah keputusan akan diambil oleh seseorang apabila ketika dalam keadaan lapar maka setiap orang mengambil keputusan Untuk MAKAN (Masalah Terstruktur) contoh tersebut dapat dikatakan terstruktur karena keputusan itu bersifat rutin, mudah difahami, memiliki prosedur yang jelas, dan tujuan yang terdefinisi. Namun, masalah tersebut akan menjadi masalah yang tidak tertruktur apabila pada saat orang tersebut akan mengambil keputusan MAKAN maka Makanan Apa yang akan Dimakan ? (Masalah Tidak terstruktur) Untuk mengetasi permasalahan tersebut maka orang tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keuangan, tempat, waktu, dan lainnya.

SPK dapat menjadi jalan keluar apabila digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Tidak Terstruktur (Seperti pada contoh dua).

Mudah kan memahami maksud dan konsep dalam penyelesaian kasus dengan menggunakan sistem Pendukung keputusan.

 

Materi selanjutnya akan kita bahas mengenai metode atau cara penyelesaian kasus SPK… See you again……